Monday, September 20, 2010

Food Additive

All consumers want food that tastes delicious, looks interesting and cheap products. That's why the food manufacturers always provide a food additive.

Natural Food Additive

Natural food additive are safe for the body naturally. Our ancestors always use this method on the foods they eat. Example: sugar cane or honey used to taste sweet. Turmeric or red sugar for coloring. Salt is used as a preservative.

Synthetic Food Additive


These materials are made from chemicals. Users must know the dose and the rules. If used excessively and continuously, this synthetic food additive can bring negative effects to the body.

Some types of synthetic food additives often used and the negative effects that may arise is as follows:

- Seasonings, can cause liver abnormalities, brain damage, hypertension, premature aging, allergies, nausea, vomiting, migrants, depression, learning disabilities. Example: monosodium glutamate (MSG)

- Synthetic Dyes, provoking allergies and liver cancer.

- Synthetic Sweeteners, causing bladder cancer, neurological disorders. brain tumors. Example: saccharin, aspartame.

- Synthetic Preservatives, trigger asthma attacks, cancer, allergy, migraine, insomnia. Example: calcium benzoate, sulfur dioxide, potassium nitrite, calcium propionate, sodium metasulfat, sorbic acid.

Wednesday, September 1, 2010

Manfaat Susu Kedelai

Manfaat susu kedelai secara luas telah diketahui oleh masyarakat. Bahkan sejak dahulu masyarakat telah terbiasa minum air tahu yang berasal dari sari kedelai. Secara ilmiah, susu kedelai berperan dalam memperbaiki metabolisme tubuh, menghindarkan tubuh dari resiko penyakit degeneratif, salah satunya adalah tingginya kolesterol.
bahan dasar susu kedelai

Untuk menghindari bahaya kolesterol, tubuh harus mendapatkan asupan serat nabati yang cukup. Juga tubuh harus terhindar dari makanan pemicu kolesterol, yang umum nya berasal dari lemak hewan. Pakar nutrisi sepakat bahwa sumber terbaik makanan kaya serat adalah susu kedelai.

Mengapa susu kedelai ?


Susu kedelai mengandung isovlafon, yang sangat penting untuk meningkatkan HDL ( kolesterol baik). Susu kedelai juga mengandung lesitin yang berfungsi untuk membantu pembentukan HDL. HDL berguna antara lain untuk mengurangi penggumpalan sel darah, juga berguna untuk melarutkan kolesterol dalam darah.

Untuk mencapai kondisi tubuh dengan metabolisme terbaik, sekaligus terhindar dari bahaya kolesterol, dianjurkan untuk mengkonsumsi susu kedelai dua gelas setiap hari. Pada saat yang sama, kontrol terhadap pola makan juga sangat penting. Bila anda menikmati berbagai makanan tanpa terkontrol, sama artinya dengan mengundang banyak kolesterol.